Deva menyalakan shower dan membiarkan tubuhnya yang masih memakai kemeja menjadi basah. Ia menatap lantai dalam diam. Tatapannya kosong, hatinya juga kosong. Pikirannya sedang melayang entah ke mana. Seolah raganya pergi meninggalkan tubuhnya yang kini lebih mirip mayat hidup ketimbang orang sakit. Air matanya tersamarkan semburan air dari benda bulat di atasnya. Bi Ina yang melihat dari luar hanya bisa meremas dasternya, takut terjadi sesuatu dengan majikannya. Bi Ina kebingungan, ingin mengadu ke keluarga Lemuel, tapi tidak berani. Sebab, Deva sendiri yang meminta untuk tidak mengatakan apapun tentang keadaannya. Bi Ina berlari kecil kala mendengar suara bel rumah yang berbunyi. Ia buru-buru menuju pintu, kemudian membukannya. "Eh, Mas Benua?" "Apa kabar, Bi?" tanya Benua, ramah. Sera

