Deadline - 19

1882 Kata

2 jam sebelumnya ... Arvee sedang memasukkan peralatan golfnya ke dalam mobil. Ponselnya berdering. Ia buru-buru mengeluarkan benda pipih itu dari saku celana. "Iya, halo. Siapa, ya?" katanya dengan dahi berkerut. Nomor itu tidak memiliki nama, yang pasti itu nomor baru yang tidak Arvee simpan. "Ini saya, Deva." Kerutan di dahi Arvee makin jelas. "Iya. Ada apa?" "Saya boleh minta tolong? Temui saya di salah kafe dekat kampus Alya. Bisa?" "Ini soal Alya," katanya lagi. Meskipun Arvee tidak tahu Deva butuh bantuan apa, tapi jika soal Alya, Arvee tidak bisa menolak. "Baik. Saya ke sana." Ia menutup panggilan, lalu menutup pintu belakang dan masuk ke mobil. Ia melajukan mobilnya agak cepat karena jalanan yang tidak terlalu ramai. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Ia bisa mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN