Deadline - 18

2240 Kata

Deva, Reyna, Sily, dan Daren masih duduk di ruang tamu. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah apa yang harus mereka lakukan disaat seperti ini. Nasi sudah menjadi bubur. Keluarga Anggara telanjur membenci Deva. Dan Reyna ... gadis itu hamil. Itulah inti permasalahannya. "Lalu apa rencana kalian selanjutnya?" tanya Daren memecah keheningan. "Tetap pada rencana pertama," sahut Deva. Ia menghela napas. "Gimanapun juga, dokter Felix gak boleh tahu kalau Deva dan Reyna cuma pura-pura sebelum kita berhasil ngumpulin bukti." "Sebenarnya bukti apa yang kalian cari? Bukti bahwa Felix menginginkan kalian menikah? Bukti bahwa Alya dan kekasih Reyna diancam? Itu bukan hal yang bisa kalian gunakan untuk mengancamnya. Ayah kenal Felix. Dari dulu, dari saat kuliah, dia memang keras kepala,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN