Deadline - 17

1328 Kata

Jika bukan karena pernikahan itu, putrinya tidak akan menikah dengan laki-laki b***t seperti Deva. Wajah saja tampan, terlihat baik dan sopan, pintar, tapi menghamili wanita selain istrinya? Lebih baik Anggara mendapat menantu biasa tapi bisa menyayangi dan menghormati Alya. Alya sudah lelah menangis seharian. Padahal ia berjanji tidak akan menangis lagi. Namun apalah daya hatinya terasa sakit juga. Meskipun di dalam hati ia sudah menerima jika memang yang ia perkirakan benar. Bohong jika Alya mudah menerimanya. Sulit sekali, tapi Alya harus apa? Ia bahkan tidak tahu kehadiran Reyna sejak awal akan membuatnya semenyedihkan ini. "Alya! Kamu masih mau dengan dia?!" tanya Anggara sang Ayah yang kini berdiri menatapnya. Alya tidak menjawabnya. Ia terus menundukkan kepala, menangis dalam diam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN