Alya duduk di sofa, matanya fokus pada layar persegi yang ada di meja. Ia menggigit bibir bawahnya, gugup. "Satu ... Dua ... Tiga ..." Dihitungan ketiga, Alya mengklik tombol 'ok' lalu menutup matanya dengan kedua telapak tangan. Perlahan ia mengintip dari celah jarinya. Deva yang melihat itu dari belakang hanya bisa geleng-geleng kepala. Deva sudah melihatnya, hasil pengumuman nilai untuk semester 6 Alya. "Kamu lulus, Alya," kata Deva, lalu menyeruput cokelat panasnya. "Beneran?" Alya masih belum berani melihatnya. Ia hanya mengintip-intip, tapi ketahuilah, tidak terlihat sama sekali. "Ya, kalo aku bohong, apa untungnya?" Alya melirik Deva, lalu mendengkus sebal. Ia menyingkirkan telapak tangannya, lalu tersenyum saat menilai IP yang ia dapatkan di semester ini. Tidak mengecewakan.

