Deadline - 26

2291 Kata

"Alya," sebuah guncangan membuat Alya mengerjapkan matanya. Samar-samar ia melihat bayangan seseorang yang kini semakin jelas. Ya, itu Deva, rapi dengan peci hitamnya. "Ayo, salat subuh." Alya mengangguk. Setelah mengambil wudhu, mereka salat berjamaah. Pertama kalinya Alya salat berjamaah bersama Deva. Karena salat isya dan magrib tadi mereka melakukannya sendiri-sendiri. Ketahuilah, rasanya sedikit berbeda ketika berjamaah dengan Ayahnya. Selesai berdoa bersama, Deva berbalik menatap istrinya. Ia mendekat menangkup pipi Alya, lalu mensejajarkan bibirnya di depan dahi Alya. Deva berdoa. Alya tidak tahu doa apa yang dibaca Deva. Ia hanya diam saja, membiarkan tangan hangat Deva yang menyentuh pipi dinginnya. Selesai berdoa, Deva berkata, "Jadi istri solehah, ya. Tuntun aku jadi yang leb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN