"Pak Deva gak butuh jawaban. You know what I want." Itu adalah kalimat yang cukup membuat Deva dan keluarganya datang di hari selanjutnya. Tentu saja untuk melakukan acara lamaran yang resmi, di depan Ayah Alya secara langsung, karena kemarin malam, Ayah Alya—Anggara sedang tidak berada di rumah karena urusan pekerjaan. Deva mengajak Disha bersama suaminya, serta Ayah dan Mamanya. Sily—Mama Deva tersenyum saat menatap Alya yang tengah duduk canggung tak jauh darinya. "Sini, Nak!" panggil Sily. Alya mengangguk, lalu pindah untuk duduk di sebelah Sily. Wanita itu mengusap pipi Alya pelan tanpa menghapus senyumnya. "Cantik." "Umur berapa kamu, Nak?" "21 tahun, Tante." "Sudah cocok. Dulu Tante nikahnya 18 tahun, loh." Alya melebarkan matanya, "Kelas 3 SMA?" Sily mengangguk, lalu tertawa

