Dyra menatap mobil Rudra yang menjauh meninggalkannya. Sepulang dari rumah sakit, sepanjang perjalanan. Ia dan Rudra hanya terdiam sembari sibuk dengan pemikiran masing-masing. Rudra fokus menyetir sedangkan Dyra menghitung jumlah bangunan yang telah ia lewati. Dyra tidak tahu topik apa yang harus ia bicarakan bersama Rudra. Raut wajah Rudra terlihat datar, Dyra menjadi sulit menebak apa yang sedang dipikirkan laki-laki itu. Dingin, tanpa ekspresi sehingga terkesan misterius. Dyra memutuskan memberhentikan taksi. Beginilah resikonya jika berbohong, Dyra akan menjadi kerepotan. Rudra mengantarnya ke alamat kediaman palsunya, yaitu apartment. Dan Dyra harus pulang ke rumahnya dengan mengendarai taksi. Mengingat sebelumnya ia tidak membawa kendaraan karena menumpang pada mobil Dero.

