Dyra menatap Dero dengan tajam. Jam hampir menunjukkan pukul sepuluh dan sebentar lagi Tama serta Dea akan datang ke apartmentnya. Namun kembarannya ini masih saja duduk dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa. "Kak, bentar lagi mereka dateng. Ntar kalo ketahuan gimana?" Bukannya bergegas berdiri dan pergi. Dero justru mengabaikan ucapan Dyra dan kini tengah asik memainkan ponselnya. "Masih setengah jam lagi. Santai dulu." Dyra menghembuskan napas kasar. Jika tahu seperti ini jadinya, ia tidak akan membiarkan Dero datang kemari. Dero justru mengacaukan rencananya. "Mumpung masih setengah jam buruan keluar. Bikin ribet aja sih, Bang!" Dyra mendelik ke arah Dero. Kembarannya itu memang keras kepala. Bel seketika berbunyi. Membuat Dyra dan Dero dengan sere

