"Dia minta bantuan Mama untuk sembuhin Mamanya. Dan ternyata Mamanya Rudra itu adalah Bu Rahayu, pasien yang dulu sempet Mama tanganin. Tapi karena tugas dinas. Mama minta dokter lain untuk tanganin Bu Rahayu." Ucapan sekaligus informasi dari sang ibu terus terngiang di telinga Dyra. Iya tidak habis pikir bagaimana bisa Rudra membuat janji dengan Mamanya. Dyra terus berpikir bagaimana Rudra bisa mengenal Mamanya. Seandainya ia tahu jika Rudra yang datang berkunjung ke rumahnya kala itu. Ia pasti akan mengurung diri di kamarnya agar rahasianya tidak terbongkar. Pada akhirnya semuanya hanyalah sebatas kata 'seandainya'. Meski Dyra mengeluarkan jutaan sumpah serapah setiap saat, tetap saja tidak akan merubah keadaan. Bel tanda masuk kelas berbunyi ketika Dyra berada tepat di ambang pintu.

