Dyra baru ingin mengangkat panggilan dari Rudra, hanya saja panggilan itu tiba-tiba lenyap seolah panggilan yang baru saja masuk itu hanyalah sekadar misscall. "Ngapain coba misscall?" gumam Dyra kepada dirinya sendiri. "Sorry, kepencet." Dyra memutar tubuhnya dan seketika mematung mendapati Rudra telah berdiri di belakangnya. Dia tidak tahu sejak kapan Rudra berdiri di sana, sepertinya Rudra mengikuti dirinya. Raut wajah Rudra nampak datar, tetapi tidak dengan tatapannya yang terkesan tajam. Jantung Dyra seketika berdegub kencang mengingat rahasianya baru saja terbongkar. Ia menjadi takut. Sikap tenang Rudra menjadikannya terlihat misterius dan Dyra tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran laki-laki itu saat ini. Dyra menunduk menatap sepatunya yang menginjakkan tanah. Dia tidak be

