Dyra menatap jam di dinding yang menunjukkan pukul 7 lewat 48 menit. Ia melirik ke sebelahnya dan Dea belum juga datang. Bahkan saat upacara sekali pun, Dyra tidak melihat Dea di antara siswa yang terlambat. Dugaannya semakin menguat, yaitu Dea tidak berangkat sekolah hari ini. Sreet.. Bruk... Dyra menoleh ketika mendengar suara kursi yang ditarik. Ia sedikit terkejut karena Tama datang dengan membawa tasnya. Meletakkan tasnya di atas kursi Dea dan duduk disana. "Lo ngapain?" tanya Dyra . Tama yang baru saja duduk langsung tersenyum menoleh ke arah Dyra. "Pindah duduk." Dyra memicingkan matanya. "Kan itu bangkunya Dea." "Dea nggak masuk hari ini." Tama mulai mengeluarkan buku cetak. Jam pertama adalah pelajaran biologi sehingga ia mengeluarkan buku LKS, sert

