Dyra menoleh ke samping. Rudra tampak sangat fokus menyetir. Tidak ada perbincangan, seperti biasanya. Dyra memutuskan mengalihkan pandangan ke arah jendela. Dyra tadi telah mengabari Dea, menanyakan gadis itu namun tidak ada balasan. "Dea keadaannya gimana?" tanya Dyra. Ia memutuskan bertanya kepada Rudra. Mungkin dia tau sesuatu. "Enggak tau." Dyra memutar bola matanya. Jika bukan Rudra, siapa lagi yang harus Dyra tanyakan terkait keadaan Dea. Hanya Rudra yang cukup dekat dengan Dea. Atau dengan cara lain, Dyra harus mengunjungi Dea ke rumahnya. "Apa nanti gue jenguk Dea, ya." Rudra menoleh sejenak tanpa sepengetahuan Dyra. Dengan cepat ia kembali fokus memandang ke depan. "Ya udah nanti gue anter." Dyra menatap Rudra dengan tidak percaya. Ia merasa

