Part 48

1116 Kata

    Pukul satu dini hari Rudra baru kembali dari membeli makanan. Jika sudah begadang seperti ini, ia harus memastikan bahwa stok makanannya cukup. Baru ia bisa kuat begadang hingga fajar menyongsong. Diliriknya Dyra yang menyandarkan kepala di atas bangkar. Gadis itu sudah tertidur sejak tadi. Sedangkan Tama, ia masih pergi keluar. Untuk mencari angin katanya. Rudra melangkah mendekati Dyra dan berusaha menatap wajah gadis itu. Ingin memeriksa apakah gadis itu benar-benar tertidur atau kepalanya bersandar dalam keadaan terbuka.     Rudra menyibakkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah Dyra. Rambut berantakan, mata sembab karena menangis serta raut wajah letih yang begitu kentara. Ditatapnya juga tangan Dero yang digenggam erat oleh gadis itu.     "Pasti bakal pegel, nih." Rudra me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN