Dyra memainkan jari tangan Dero yang masih belum sadarkan diri. Ia sudah duduk di sebelah bangkar sejak satu jam yang lalu. Detik kemudian senyum di wajahnya mengembang. Ia akan menginap di rumah sakit bersama Rudra malam ini. Saat ini Rudra sedang keluar membeli makanan. Katanya untuk jaga-jaga jika salah satu diantara mereka merasa kelaparan. Jam dinding menunjukkan pukul sepuluh malam. Dokter mengatakan keadaan Dero akan membaik. Dyra hanya mampu berdoa dan terus berdoa. Ia membelai rambut Dero dengan perlahan. Meski sering bertengkar dan kadang merasa kesal kepada Dero, ia sangat menyayangi kembarannya itu. Biar bagaimana pun, dirinya dan Dero pernah berbagi segalanya ketika masih dalam kandungan. "Cepet sadar ya, Kak. Gue sayang lo." Dyra mengecup punggung tangan Dero. D

