Rudra menatap kaca mobil yang memantulkan wajah Dyra yang sudah dibanjiri air mata. Gadis itu terus saja menangis dari tadi sembari menepuk pipi Dero dengan pelan. Tadi setelah mobil tiba, Rudra memasukkan Dero ke dalam mobil dan Dyra bersikeukeuh untuk duduk di kursi belakang. Sehingga kini paha gadis itu menjadi bantal untuk kepala Dero. Meski merasa cemas dan juga kasihan pada Dyra, Rudra hanya mampu menahannya dalam kebungkaman. Ia tidak tahu bagaimana cara menenangkan Dyra, jadi ia membiarkan saja gadis itu menangis sembari meracau mengucapkan kata-kata yang tidak terlalu jelas. "Der. Gue sayang lo. Jangan kayak gini. Bangun, Der." Rudra kembali menatap ke arah kaca. Dyra tampak menunduk dan tidak mengalihkan pandangan dari Dero yang tidak sadarkan diri. "Tenang, Dy

