Melepaskan Kutukan Celana

1058 Kata

Duduk, berdiri, melihat ke arah tembok kantin, duduk lagi, berdiri lagi, dan melihat ke arah kantin lagi, itulah yang dilakukan Rama sejak tadi. Dia menunggu Ajeng yang tak kunjung datang. Namun dia berusaha berpikir positif terhadap kekasih celana olahraganya itu. Mungkin aja Ajeng sedang ke toilet, tapi, kok, selama ini, ya? Mungkin juga dia lagi ngerjain tugas, tapi ngerjain tugas apa yang musti diselesaikan pada jam pulangan sekolah? Barangkali dia diajak ngobrol sama teman sekelasnya. Kalau nggak salah, Ajeng pernah bilang, nggak ada satu pun yang mau berteman sama dia di kelasnya karena takut kena kutukan celana. Oh, atau jangan-jangan dia ke kantor buat bayar BP3. Eh tapi guru yang jaga, kan, udah nggak ngelayanin pembayaran apa pun lagi kalau jam segini. Ujung-ujungnya, Rama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN