"Rama nggak kuat pisah lama-lama sama Ajeng. Rindu ini terlalu menyiksa dan rela membuat Rama bertindak nekat." Bukan pada jam istirahat atau pun jam pulangan sekolah, Rama tetap nekat mengunjungi kelas Ajeng hanya bermodal memanfaatkan jam pelajaran yang belum didatangi guru. Dari luar kelas, tepatnya di depan sebuah jendela kaca kecil, Rama memberi isyarat kepada Ajeng agar dia keluar sebentar. Dia ingin menagih janji yang telah membuatnya resah dan susah tidur sejak semalam. Dengan langkah yang ragu, Ajeng terpaksa keluar. Matanya melirik-melirik ke arah dinding pembatas, berharap agar guru pelajaran selanjutnya belum datang. Dia mendudukkan Rama di bangku panjang. "Kamu, kok, nekat banget, sih, ke sini, Sayang? Bentar lagi guru akan datang. Kita bisa dihukum kalau sampe ketahuan kel

