Terkadang cinta memang bisa mengalahkan segala rasa yang menindas hati. Cinta memang membutakan, tapi juga memiliki kemampuan untuk menguatkan. Melihat Ajeng dari kejauhan yang akan memasuki gerbang sekolah, Rama cepat-cepat mengambil posisi untuk sembunyi. Dia tak mau Ajeng tahu keberadaannya. Menjauh adalah jalan terbaik. Meski demikian, sebagian besar hatinya kini diselimuti rasa senang dan lega karena Ajeng sudah sehat. Rama mengendap-endap. Di balik sebuah warung kecil ia mengintip Ajeng yang kini telah lenyap ditelan pagar gerbang. Warung kecil itu sendiri masih tutup dan baru buka sekitar jam sembilan nanti, bertepatan dengan waktu istirahat sekolahnya. Penjualnya adalah seorang janda yang bisa dibilang cukup seksi. Tanpa Rama sadari, seseorang menepuk bagian belakang pundaknya

