Tak Bisa Lagi Bersama Celana

1219 Kata

"Denger, ya, Dik, gue udah nggak peduliin lagi soal kutukan-kutukan celana itu. Gue sayang sama dia. Gue cinta sama dia. Gue nggak takut sama semua itu. Jadi kalau sekali lagi lo ngomong tentang Ajeng cewek pembawa kutukan, jangan harap bulu kaki lo masih tumbuh lebat di sana." - Rama - Pada putaran yang kedelapan mengelilingi lapangan sekolah, Andika dan Rama ngos-ngosan, namun jika mereka berhenti sama saja mencari mati. Dari dalam kantor Pak Ikas mengawasi mereka sambil memukul-mukul pelan mikroskop rusak ke telapak tangan yang lain. Bunyi tapak sepatu mengiringi keluhan Andika. "Bangke lo, Ram. Ini semua gara-gara lo." Rama berlari di depan Andika. Dia berpura-pura tegar, padahal jika tak ada yang mengawasi, dia pasti sudah ambrol. Sejenak hatinya menggerutu soal kesialan akibat me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN