Ajeng Ajeng terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Dia gemetaran saat membayangkan apa yang menimpanya tadi pagi. Untungnya saat ini ada mamanya yang setia menemani. Setidaknya dia bisa berbagi cerita dengan orang lain. "Ma, dia ngamuk lagi dan nyerang Ajeng tadi pas dalam perjalanan turun sekolah," keluh Ajeng ketakutan. Mamanya mendesah. "Makanya, kan, Mama sudah bilang, jangan bicara aneh-aneh soal celana olahragamu itu. Kamu, kan, sudah tahu kalau celanamu nggak suka dengan air dingin. Ingat loh, dia juga bisa tahu kalau tubuhmu sedang lelah atau gelisah." Peringatan semacam ini sebenarnya sudah sering Ajeng dengar dari mamanya. "Susah, Ma, buat menghindar dari amukannya. Penunggunya itu tangguh banget." "Kamu tadi bawa bawang putih?" "Bawa, kok, Ma. Masih ada, tuh, di dalam tas

