Aku memejamkan mataku kuat-kuat dan ... "Dek?" suara Zain membuatku kembali pada kenyataan, Kamu kenapa merem kuat-kuat gitu, Nui? bahwa sejak berapa detik yang lalu, Zain tak melakukan apapun. Dia hanya memandangku dengan heran. Ternyata hanya aku yang berpikir yang tidak-tidak sejak tadi. Aku terlalu paraniod. Aku sangat yakin bahwa Zain akan menertawaiku habis-habisan jika ia tau apa yang barusan aku bayangkan tenyang dirinya. jangan-jangan ... kamu tadi mikirin yang tidak-tidak, ya? oh tidak! Apa yang harus kukatakan. "Baaaang!! Udah deh! Jangan godain Nui, terus." Sunggutku seraya menutup wajah menggunakan kedua telapak tanga. Aku benar-benar hampir memikirkan hal yang tidak-tidak. Ditambah dengan ekspresi Zain tadi yang benar-benar membuatku takut dan cemas sekaligus. "Haahaha ..

