BAB 16 - Dalam Bahaya?

1718 Kata

Aku baru saja menerima pesan singkat dari Bang Zain—oke jangan mentertawakan panggilan baruku pada suamiku inibahwa ia akan sampai dalam sepuluh menit ke depan. Aku beberapa kali tertangkap basah karena masih memanggil suamiku dengan menyebut namanya saja, yang berakhir keningku disentil kak Azam dengan jari-jari besarnya itu. "Nanti kamu siapin cemilan buat kami nge-game. Eh- sekarang aja lah. Zain kan, bentar lagi sampe." Ini pertama kalinya aku akan melihat interaksi dua orang lelaki yang berarti di hidupku. Entah sedekat apa hubungan mereka, yang pasti kak Azam bilang jika ia sudah mengenal Zain kurang lebih 10 tahun lamanya. Itu berarti, mereka sudah bersahabat sejak Sekolah Menengah Atas dan saat itu aku masih anak SMP. "Nui! Ngapain melamun? Suamimu udah di depan pintu. Sok disam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN