Bunda mengernyit heran melihat wajah lesu Rega yang keluar dari kamar Kayla. Wanita itu mendekati Rega sambil menggendong Radja. "Kamu kenapa, Ga?" tanya Bunda. Rega menggeleng pelan sambil tersenyum. "Bunda, boleh saya pinjam toiletnya? Udah gak betah, pengen bersih-bersih," ucap Rega sambil menjawil pipi montok Radja. "Iya, boleh banget. Handuknya ada di laci sebelah wastafel ya, Ga. Bunda mau ke atas dulu, Radja ngantuk kayaknya." Rega mengangguk, lalu pria itu berjalan menuju kopernya yang besar karena ia sudah membawa banyak baju, takut-takut nanti ia tinggal lama di Palembang, dan ternyata perkiraannya salah, bahkan Kayla pun sudah duluan menolaknya sebelum ia berjuang untuk mendapatkan wanita itu. Rega tersenyum kecil. Beberapa menit kemudian Rega telah selesai dengan acara bers

