Kayla menggigit bibir bawahnya, sungguh ia sangat gugup saat ini. Imran menatapnya dengan tajam sedangkan Tara tersenyum mengejek. Ya Allah, apakah ia harus berbohong agar harga dirinya tidak buruk di depan kedua pria itu? Tapi jika ia berbohong, pastilah akan ada kebohongan selanjutnya. Dan ia tidak ingin itu terjadi. Lebih baik saat ini ia merasa malu dan rendahan daripada harus berbohong. Karena ia yakin, ia tidak bersalah. "Bang Rega memaksaku, aku sudah menolaknya, tapi dia tetap memaksaku, dan.. aku tidak bisa melakukan apapun, Bang Rega melakukannya seperti orang yang kesetanan, bahkan aku seperti tidak mengenalinya saat itu." Kayla berucap dengan suara seraknya. Ia ingin menangis. Tapi ia tidak ingin terlihat menjadi wanita lemah. "Hah, akhirnya lo buka suara juga. Gue gak yakin

