"Halo, Tante Tina, ini saya Tara." Ucap Tara sambil berdiri di depan jendela besar yang memperlihatkan kota Jakarta malam hari. Sedangkan tangan kanannya memegang ponsel yang tengah terhubung dengan seseorang. "Ya, Tara. Ada apa? Kau mendapatkan jawabannya?" "Ya, Tante, seperti dugaan Tante, Kayla yang telah menjebak Rega malam itu, hingga ya.. terjadilah.. Tante pasti tau kan." "Sial! Bocah kampung, berani sekali dia menjebak Rega. Astaga.." "Lalu rencana Tante apa selanjutnya?" "Akan kusingkirkan dia. Dan tetap melanjutkan pernikahan Rega dan Erika." Tara menghembuskan napasnya. Pastilah itu akan terjadi. Itu yang ia inginkan. Ia ingin Kayla benar-benar jauh dari keluarga itu. Ia tidak ingin Kayla tetap menjadi bayang-bayang Rega. Biarlah kali ini ia menjelekkan nama Kayla di depan

