Kayla bersiap memakai baju seragam pelayan yang telah disiapkan untuk menyambut tamu yang hadir di acara pertunangan malam ini. Menatap sebentar dirinya di cermin kecil yang selalu dibawa, ia merasa lebih percaya diri dengan riasan tipis diwajahnya sehingga menyamarkan warna kulitnya yang putih pucat. "Mbak Kay, ayo antarkan minum kepada para undangannya." Kayla tersenyum lebar sambil mengangguk semangat. "Ayo ... Rit." Kini Rita dan Kayla berpisah sambil membawa nampannya sendiri menyambangi meja-meja para undangan. Lalu ia terkejut saat mendapati Imran yang duduk di sebuah meja sedang mengobrol dengan pria berpakaian formal seperti pria itu. "La ..." panggil Imran sambil tersenyum. Kayla tersenyum membalasnya dan berjalan mendekat. Lalu menaruh beberapa gelas berisikan minuman berw

