Chapter 18

1099 Kata

"Saya permisi dulu, Dokter Imran. Selamat menikmati acara kami ..." Rega tersenyum ramah dan mulai berjalan menjauhi stand siomay. Imran menggidikkan bahunya lalu tersenyum. "Aneh banget tuh orang. Seperti bisa membaca kelakuan orang yang tidak dikenal saja," ucap Imran dengan nada tidak suka. Sedangkan Kayla mendudukkan tubuhnya di bangku, beristirahat sebentar karena para tamu sedang menggerubungi panggung besar di aula, alasannya ialah sekarang adalah waktunya pertukarang cincin. "Kak Imran gak kesana? Pada kumpul tuh, mereka pada lihat acara tukeran cincin," ujar Kayla dengan suaranya yang lembut. "Ngapain? Malas ah, mending di sini melihat bidadari yang lagi istirahat." Imran menopang kepalanya di atas meja sambil melihat ke arah wanita itu. "Kak Imran bisa aja," ucap Kayla deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN