Bukan saatnya bersikap malu-malu apalagi di malam pernikahan mereka. Bella tidak akan membiarkan kegundahan Cresent mengacaukan malam pertama mereka. Bella lebih dulu berinisiatif merayu Cresent. "Cresent, gaun ini agak susah dilepas. Bisakah kau melepasnya?" tanya Bella. Walau tekad sekuat baja, tidak akan menutupi rona yang merambat di pipi Bella. Demi Tuhan, dia sekarang menjadi gadis perayu. Buah jakun Cresent bergerak-gerak seolah ia sedang kehausan. Betapa tidak sang istri sedang memperlihatkan punggungnya yang meliuk dengan dibalut kain lace yang menerawang sampai pangkal bokisnya. Begitu indah hingga tanpa sadar jarinya menelusuri di sana. Bella menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara yang membuat Cresent berhenti bereksperimen. Dia hanya memegang gaunnya sampai Cresen

