"ingat aku yang pernah mengisi sajak kelabu, ingat aku yang pernah mengisi sisi indahmu. Dan ingatlah aku, yang akan tersenyum saat langkah mu menderu perlahan" ***** Aku yang masih berdiam dengan sejuta kenangan. Yang masih terdiam dengan sejuta kerinduan. Masih akan sama, sama seperti hari pertama itu. Langkah ini tak akan sunyi, langkah ini pun tak akan kembali. Walau raga itu belum terlihat dalam kehadirannya. Yang terasa maka akan sama, mendalam dan hangat mendominasinya. Pelukan ternyaman itu yang masih merindu. Rasa nyaman ini yang belum hilang. Rindu, memang menyeruap tapi tak sampai tepian. Harus apa, untuk saat ini harus bagaimana. Hati memang bisa meredam, untuk rindu tak bisa mencapai tepian. Dan itu masih sama, selalu sama. "bucin, astagfirullah. Sana buang, buang gih

