"merangkainya memang teramatlah susah, tapi saat sudah menjadi bait, untaian indah di dalamnya berisi curhatan hati yang terdalam " ***** Setelah dirasa Atha tertidur dengan pulas, pak Ahmed, teh Ayla dan juga Dianty dengan perlahan keluar dari kamar milih Atha, mereka bertiga memutuskan berjalan menuju ruang keluarga yang berada di lantai bawah. Dianty yang tengah berjalan di belakang pun sesekali menelan ludahnya karena gugup. Ia tau saat sampai ruang keluarga ia akan di interogasi oleh kakak dan papa dari sahabatnya itu, apapun alasan yang ia berikan nanti semoga tidak menyulut api yang lebih besar dari sebelum sebelumnya. Setelah sampai di ruang tamu mereka bertiga pun masih diam dengan pikirannya masing masing. Dianty pun semakin harap harap cemas, ia masih sedia merangkai kata

