Bima berdiri di balkon pagi itu setelah selesai sarapan, Calista berada di kamar. Hubungan mereka kembali seperti semula dingin dan berjarak, yang berbeda adalah sikap Calista yang seakan antipati padanya. Padahal perpisahan mereka dua hari lalu tidak ada masalah, malah .... Pintu kamar terbuka, Bima menoleh perlahan ke arah belakangnya dan mendapati Calista muncul di sana dengan penampilannya yang seperti biasa cantik dan elegan. Tapi yang membuatnya terdiam adalah ekspresi Calista yang dingin dan datar. Bukan lagi wanita yang menatapnya dengan mata berapi atau menggoda dengan senyum tipis. Ini adalah Calista yang asing. Dia menutup pintu balkon, langkahnya berat menghampiri Calista yang tak bergerak dari posisinya di tengah ruangan. "Ini milikmu." Calista mengulurkan sebuah paper bag

