27. Hukuman

1266 Kata

"Dasar Naima!" desis Calista melalui giginya yang gemeletuk seolah mengutuk kakak iparnya yang seenaknya memberi tahu Bima. Dengan langkah cepat, dia menuju dapur, rasa dahaga tiba-tiba membakar kerongkongannya. Tangannya meraih gelas dari rak dan mengisinya dengan air dingin dari dispenser, meneguknya dalam sekali hirup. Bima mengikutinya, berhenti di seberang meja kitchen island. Pandangannya tak lepas dari Calista yang berdiri dengan tubuh sedikit membelakanginya, garis leher dan bahunya yang halus terbuka dari balik kimono sutra. "Kamu sebaiknya pergi. Aku masih punya urusan di sini," ucap Calista tanpa menoleh, suaranya sengaja dibuat datar. "Aku minta maaf. Untuk kata-kata burukku tempo hari," ucap Bima mengabaikan usirannya. Calista akhirnya berbalik perlahan, menghadapnya. Ki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN