Sintya terdiam. Bara yang mengajaknya mengobrol bertiga tentang keturunan setelah kembali dari dokter, langsung membuat Sintya terdiam dengan emosi hadir di dadanya. Sesekali dia melirik Citra yang sejak tadi duduk di hadapannya sembari menundukkan kepala. Sementara Bara terus saja mencoba menekankan pada Sintya, untuk tidak selalu menekan Citra dengan hal yang sama, apa lagi sampai mengeluarkan kata-kata yang cukup menyakitkan hingga membuat Citra sedih setiap saat. Bara juga tidak lupa memberikan hasil tes kesehatan keduanya, yang ternyata normal, tidak ada masalah apa pun tentang kesuburan keduanya. Hanya belum rezeki saja. Sintya menghela napas kesal, lantas menyandarkan tubuhnya di sofa sembari melipat kedua tangannya, dan menyilag kakinya. Dia sudah muak terus disalahkan Ba

