Panji mendekati Viola yang kala itu baru selesai melaksanakan shalat subuh di atas tempat tidur. Viola melipat sajadahnya, membuka mukena dan tersenyum ke Panji yang kini duduk di sampingnya. Panji sendiri membalas senyumannya walau hatinya masih saja kacau akibat pembicaraannya dengan Herman tadi malam. Hampir semalaman dia tidak tidur. Dan beruntungnya Panji, hari ini adalah hari libur, jadi dia bisa sedikit lebih bersantai dari pada sebelumnya. Dia bisa tidur sepanjang hari, akibat rasa kantuk yang pastinya dia akan alami nanti. Namun hingga detik ini, Panji malah sama sekali tidak merasakannya. Herman sendiri sudah masuk ke kamar saat jarum jam menunjukkan pukul dua pagi. Sedangkan Panji, tetap duduk di luar, menyaksikan siaran tv yang sebenarnya bukan

