BAB 88

2197 Kata

                “Kamu sudah tiga hari gak masuk kuliah, masih gak mau juga?” tanya Aldo yang langsung dijawab Mawar dengan gelengan kepala. Mawar meluruskan kedua kakinya. Dia dan Aldo tampak asyik duduk di taman kota di atas rumput, mennikmati matahari pagi yang tidak terlalu menyengat pagi itu.                 Mawar memang masih belum ingin masuk kuliah. Rasanya kini bukan takut lagi yang dia rasakan, tapi lebih ke keinginan untuk bekerja saja dibandingkan harus kuliah hingga lulus. Pekerjaannya di butik Mel cukup membuatnya betah hingga membuatnya tak lagi memutuhkan label dokter. Kuliahnya sebagai dokter cukup menguras uang. Seharusnya dia tidak mengambil hal itu. Dia bisa saja menjadi bidan atau apa saja. Mawar benar-benar menyesal sudah mengambilnya.                 “Ada apa?” ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN