Panji masuk ke dalam rumah. Suasana hening, tidak seperti biasanya. Bahkan mobil milik Herman pun tak ada di halaman depan seperti biasaa. Panji memanggil nama Viola, namun tak ada jawaban sama sekali. Malah Simi yang datang menghampirinya dengan tubuh sedikit tertunduk saat berada di hadapannya. Sembari melonggarkan dasinya, Panji bertanya di mana kedua mertuanya itu berada hingga tidak menyambut kepulangannya seperti biasa. Termasuk keberadaan Viola yang juga tidak terlihat di kedua matanya. “Ibu sama bapak pergi, Mas, kalau Mbak Viola ada di kamar,” jawab Simi sopan. “Tumben, ada acara apa sampai mama sama papa pergi?” tanya Panji lagi. Simi terdiam, menggelengkan kepala seakan menyimpan sesuatu. Gelagat aneh Simi, mem

