Luna terdiam di hadapan Panji. Untuk pertama kalinya dia tidak bisa berkutik di hadapan lelaki yang selama ini menjadi incarannya setengah mati. Bukan karena terpesona, melainkan karena rasa takut akibat bentakan Panji di luar saat pertengkarannya dengan Rani masih berlangsung. dia benar-benar malu bukan main. Inginnya mendapatkan simpatik dari Panji dengan bersikap manis di hadapannya, malah buntung. Panji malah harus dengar dirinya memarahi dan menghina Rani. Padahal semula, Luna ingin menunjukkan pada Panji bahwa dia sudah berubah, bukan lagi Luna yang dulu yang selalu memaki semua orang yang tidak dia sukai. Tapi sial, semuanya sudah terjadi dan kini Luna harus mencari alasan agar Panji tidak menatapnya sebelah mata lagi kali ini. Luna sendiri menyadar

