Alia senang buka main saat melihat Viola ke luar dari kamar dengan berjalan sendiri. Herman yang asyik membaca koran di sofa ruang tv pun, tampak berdiri bahagia mendapati sang anak yang semula memanggilnya, dan kini berdiri dengan kedua kakinya sendiri. Alia tampak terharu, langsung memeluk erat Viola yang ikut menangis karenanya. Dia tidak menyangka, respon kedua orang tuanya akan seperti itu. Andai saja dia sudah setuju dari awal, mungkin kebahagiaan ini akan segera dia dapatkan tanpa menunda-nunda waktu. Herman sendiri pun ikut bergantian memeluk Viola. Mengusap kepala Viola setelah selesai memeluknya, lantas menghapus air matanya yang keburu tumpah dan melesat melewati kedua pipinya. Viola sendiri sibuk berpegangan dengan Alia. Rasa takut terjatuh mas

