BAB 63

1242 Kata

               Untuk kesekian kalinya, Viola lebih memilih duduk di pinggir pantai dari pada di tempat lain. Namun bedanya kali ini, tidak ada kursi roda di sekelilingnya. Dari tempat parkiran mobil berada, Panji menggendongnya hingga ke pinggir pantai, dan menurunkannya di atats pasir pantai yang putih. Viola menoleh ke belakang saat mendengar suara Panji memanggilnya. Lelaki itu di sana, berjalan ke arahnya sembari membawakan sebotol air untuk Viola. Viola tersenyum melihatnya yang dari kejauhan sudah melemparkan senyuman lebar padanya. Sungguh, kehadiran Panji di dalam hidupnya benar-benar membuatnya  bersyukur bukan main. Andai saja bukan Panji yang kini menjadi suaminya, Viola tidak akan pernah tahu bagaimana cerita hidupnya saat ini. Entah akan sebaagia dan seberuntung ini, atau tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN