Bab 47

2172 Kata

Reyhan tampak menikmati majalah bisnis yang sedang dibacanya saat ini, pagi ini dia tampak lebih baik dari dua minggu yang lalu pasca operasi pengangkatan peluru di bagian perutnya. Seminggu setelahnya, dokter mengizinkan kami untuk merawatnya di rumah. Reyhan sangat tidak betah berada di rumah sakit, salah satu alasannya karena dia tidak bebas untuk melakukan hal apapun denganku. Dewi Batinku tersenyum tidak senonoh, kuletakkan nampan berisi sarapan pagi miliknya di nakas, ia terkalihkan oleh kedatanganku. "Pihak penyidik akan datang satu jam lagi," kataku mengingatkan, aku duduk di tepi tempat tidur di sisi kanannya. Ia mendesah berat, seminggu yang lalu Reyhan menolak jika pihak penyidik dari kepolisian untuk meminta kami memberi keterangan atas masalah Ariel, menurutnya polisi terlal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN