Terdengar Reyhan sedang mengumpat saat aku tiba di dapur, kedua lengannya terangkat, salah satu tangannya memegang gelas berisi s**u, bagian depan kemeja dan dasinya basah. Meletakkan gelas di atas meja bar, ia meraih serbet segera kuhampiri dia untuk membantunya. "Tidak ada gunanya kau melakukan itu, ganti saja bajumu." Serbet yang ada di tangannya berpindah ke tanganku, kuletakkan benda itu di dekat gelas s**u miliknya. Kutatap dia yang masih terlihat kesal karena insiden beberapa detik yang lalu. Tanganku bergerak melepaskan dasi miliknya. "Kita akan terlambat pagi ini," ujarnya, aku tersenyum simpul tanganku sibuk melepas kancing kemeja putih miliknya, setelah terlepas semua ia pun menariknya dan melepaskan benda itu dari tubuhnya, aroma tubuhnya yang kusukai menyerbu indra penciuma

