Aku tertidur cukup lama dan terbangun saat matahari telah tenggelam, mataku terasa lengket dan bengkak akibat menangis sebelum aku tertidur siang tadi. Reyhan baru saja masuk ke kamar saat aku baru saja bangun, ia menarik dasinya, melemparnya ke sembarang arah lalu melepaskan jasnya dan menggantungnya di gantungan topi di dekat wall in closet miliknya, ia lalu menarik keluar salah satu ujung kemeja putih yang ia kenakan hingga ia tampak berantakan dan seksi dalam satu waktu. Aku hanya diam memperhatikan aktivitasnya, dia seolah tidak menganggapku ada di sini, aku diabaikan. Aku duduk dengan kaki terjuntai ke sisi tempat tidur, kukumpulkan rambutku hingga mendekati puncak kepalaku kemudian menggelungnya. Aku bangkit berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi. "Apa kau pergi ke dokter Grace

