"Orang-orang akan pergi tetapi kenangannya akan tinggal." Author POV Sambil menggenggam tanah makam yang baru saja menimbun sosok yang paling dicintainya, Mikaila menatap batu nisan bertuliskan nama ibunya. Ia membelai lembut permukaan batu nisan yang terukir nama sosok itu yang telah memberinya kasih sayang yang tidak pernah ia hitung jumlahnya. Bibirnya menampakkan senyuman seolah ia terlihat kuat dan tegar menerima kenyataan ini, tetapi jauh di dalam dirinya, kekosongan itu menghuni salah satu ruang di hatinya, ruang yang selama ini diisi oleh kasih sayang ibunya. Setelah berpamitan pada makam ibunya, Mikaila meninggalkan pemakaman, suaminya Reyhan, dengan setia menemaninya, menguatkannya dan menjadi sandaran untuknya. Mereka segera menuju ke rumah ibunya, rumah Mikaila yang lama

