Bab 37

2022 Kata

"Ya … Tidak Agatha, kita tidak memerlukan itu ... Ya, kirim saja semua ke emailku." Aku baru saja tiba saat kudengar Reyhan menelepon dengan sekretarisnya Agatha, saat ia selesai kami saling bertatapan di tengah-tengah ruangan yang besar ini. Aku tahu dia sangat marah saat ini. "Dari mana saja kau??!!" tanyanya dengan ekspresi kemarahan di wajahnya, kutelan salivaku dengan kasar dan tertunduk. Ponselku mati karena kehabisan daya sehingga aku tidak bisa memberinya kabar apa pun, meskipun kami masih menjaga jarak karena permasalahan 'anak' yang belum sepenuhnya tuntas, tetapi aku tidak pernah absen memberitahukan kabarku padanya. "Ponselku lobet, maaf," kataku kemudian memberanikan diri menatapnya, tatapannya melembut embusan napas lega terdengar darinya, lalu ia menghampiriku tangannya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN