Aku duduk di tempat tidur sambil memijat betisku yang terasa nyeri, akhir-akhir ini aku sangat mudah lelah mungkin karena kehamilanku, dokter Grace menyarankan agar aku tidak terlalu sibuk dan mengerjakan aktivitas yang menguras banyak energi. Pintu kamar terbuka menampakkan sosok Reyhan yang baru saja datang, aku tersenyum dan berdiri menghampirinya lengannya terbuka untukku aku segera masuk ke dalam dekapannya, menghirup aromanya yang surgawi menempelkan pipiku ke dadanya, bibirnya mengecup puncak kepalaku dan hidungnya menghirup aroma rambutku. "Aku merindukanmu, bagaimana keadaanmu?" Aku tersenyum mendengar pengakuannya, kuurai pelukan kami dan menatapnya. "Aku baik-baik saja." Aku memutuskan untuk tidak memberitahu keadaanku secara detail, dia baru saja pulang dan aku tidak ingi

