"Aku ... hamil ...." Pada akhirnya Naraya mengungkapkan apa yang ia sembunyikan. Dia memejamkan matanya kuat-kuat tak kuasa melihat reaksi Rayden. Naraya yakin kalau Rayden akan marah. Nalurinya berkata demikian. Karena yang Naraya tahu, orang-orang seperti Rayden tak akan memiliki sisi sebagai seorang family man yang akan menyambut sebuah kabar kehamilan partner-nya. "Lenyapkan dia!!!" Dan benar dugaan Naraya. Ternyata memang benar kalau Rayden tak menginginkan janin itu dan tanpa banyak basa-basi dia langsung memerintahkan untuk melenyapkannya. Naraya agak lemas. Dia membuka matanya perlahan dan Rayden sudah tak ada di hadapannya. Rayden kembali duduk di tepi ranjang lalu membuang tespek tadi ke tempat sampah kecil yang ada di dekat nakas. Ya! Kehadiran seorang janin di dalam rahim

