"Masuk!" Kata Mas Joan. Aku berjalan di belakangnya. Saat di kamarku, ia langsung mengunci pintu. "Darimana kamu?" Tanyanya cepat sambil bersidekap. "Emm... Mas kok disini? Bukannya mas balik ke NY sama Kania?" Basa-basiku. Ia memicingkan matanya. "Kan mas sms bilang, 'mas nganter Kania ke Bandara' bukan 'ikut Kania ke NY'." katanya datar. "Atau emang kamunya ngarepin mas pergi?" Katanya lagi. Aku duduk di kasur, melepaskan heelsku. "Mas tadi nanya. Kamu darimana?!" Katanya dengan suara agak besar. Aku mendengus sebal dengan sikapnya. "Jawab Mas, Dea!" Bentaknya. "Aku abis nemenin Kak Alex keliling Batam. Ga boleh?" Jawabku sekenanya sambil merebahkan badanku di kasur. "Bangun, Dea." Perintahnya. Huhhh.... stock kepasrahanku udah abis sekarang. Aku bangun dan berdiri di hadapannya

