Kanaya meremas sprei ranjangnya. Bisa-bisanya Zivanna berkata demikian. Andaikan Zivanna tidak membaca diary Kanaya, ia takkan tahu jika Kanaya sudah lama mencintai Ardi. Sejak saat itu, Kanaya tak lagi menulis isi hatinya di dalam diary. Kanaya merasa kecolongan dan malu setengah mati. Apalagi Zivanna sering mengancam akan memberi tahu semua orang tentang perasaannya pada Ardi jika Kanaya tidak menuruti semua keinginannya. "Zivanna, kamu ngomong apa 'sih?" Nurmala mencolek lengan Zivanna. Ia merasa malu atas sikap putri bungsunya. "Upss... Maaf keceplosan." Zivanna menutup mulutnya sendiri sambil terkikik. "Maaf ya, Di. Zivanna kalau ngomong emang nggak pernah difilter, suka ngasal," ujar Ashraf yang merasa tidak enak hati pada Ardi. "Loh, kata Papa aku 'tuh mirip sama Mama!" celetu

