PUJAAN HATI

1588 Kata

"Aaakkkhhh..." Kanaya menjerit histeris sambil menutupi kedua telinganya dengan telapak tangannya. Pipinya sudah basah oleh air mata, ia menangis sejadi-jadinya karena merasa hidupnya sudah hancur. Kehormatannya telah direnggut oleh pria yang tidak pernah ia kenal. Kanaya menggaruk tubuhnya dengan kasar hingga membekas goresan luka akibat kukunya. Terasa perih, tapi perihnya tidak bisa melampaui perih hati Kanaya. PRAAAANNKKK Kanaya mengambil vas bunga yang bertengger di atas meja, lalu membantingnya di lantai hingga pecahan beling berserakan di mana-mana. Kanaya turun dari ranjangnya, mengambil satu pecahan beling. Dengan tangan gemetar dan pandangan mata yang buram karena air mata, Kanaya hendak menggoreskannya ke pergelangan tangan. "1000 kali pun bersyahadat, jika mati karena bunu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN